Kabah dan Maqom Ibrahim

Kabah sebagai kiblat kaum muslimin menjadikan masijidil haram sebagai masjid yang tidak pernah sepi sepanjang tahun. Maqom Ibrahim adalah tanda pijakan Nabi Ibrahim waktu membangun kabah.

Pintu Kabah, Maqom Ibrahim dan Hajar Aswad

Ruang antara pintu Kabah dan Hajar Aswad disebut Multazam yaitu tempat dimana menjadikan doa mustajab.

Masjid Nabawi

Masjid dimana didalamnya terdapat Makam Rasulullah, Abu Bakar, Umar dan Taman Raudhah. Tempat yang sangat mulia itu merupakan tempat Rasulullah SAW beribadah, memimpin sholat serta menerima wahyu.

Jabbal Rahmah

Bukit bersejarah di Padang Arafah, lokasi di mana Adam AS dan Siti Hawa dipertemukan, setelah berpisah ratusan tahun karena melanggar perintah Allah SWT

Pages

Masjid Bir Aly

DARI kejauhan, bangunan itu  tampak seperti benteng yang  dilengkapi  mercusuar  tinggi menjulang. Posisinya di tepi  Jalan Raya Madinah-Mekkah, Distrik Dzulhulaifah, 9 Km dari Masjid Nabawi. Bangunan  berdinding  tinggi  tersebut  menghadap  ke sebuah bukit yang dipisahkan oleh jalan bebas hambatan. Itulah Masjid Miqat Bir Ali. 


Setelah itu,  mereka  kembali  ke bus  untuk  melanjutkan  perjalanan  menuju  Makkah.  Di masa Nabi Muhammad SAW,  Masjid  Miqat  Bir  Ali  cukup penting dan memiliki sejarah panjang.

Pembangunan masjid ini bermula ketika Rasulullah SAW berteduh (dan menjalankan salat) di bawah pohon sejenis akasia di Lembah ’Aqiq, daerah Dzulhulaifah. Nabi melakukan itu ketika dalam perjalanan menuju Makkah. Belakangan, di sana, di tempat pohon itu berdiri, dibangunlah sebuah masjid. Kisah inilah yang membuat Masjid Bir Ali akrab dengan sebutan Masjid Syajarah (Pohon).
Masjid itu pun disebut Bir Ali lantaran Ali bin Abi Thalib pernah membuat sumur (bi’r). ”Bahkan, berdasarkan sejarah, Ali bin Abi Thalib tak hanya membuat satu sumur, tetapi banyak. Oleh karena itu, sebagian orang menyebut masjid ini sebagai Abyar (jamak dari kata bi’r) Ali,” kata Ketua Sektor Bir Ali PPIH Arab Saudi, Deni Hudaeny Achmad Arifin, baru-baru ini. Sayang, kini, sumur-sumur itu tak lagi berbekas.

Selain itu, masjid tersebut pun dikenal sebagai Masjid Dzulhulaifah (merujuk pada distrik tempatnya berada) serta Masjid Ihram dan Masjid Almiqat. Dua nama terakhir ini mengacu pada fungsi masjid sebagai <I>miqat makani<P> (niat berihram) bagi jemaah calon haji yang akan menuju Makkah dari arah Madinah.

Setelah zaman Rasulullah, masjid dirombak pada masa Umar bin Abdulaziz saat menjabat sebagai Gubernur Madinah (87-93 hijriah). Renovasi kedua dilakukan Zaini Zainuddin Alistidar pada 861 Hijriah (1456 Masehi). Selanjutnya, pada masa Dinasti Utsmaniah, tepatnya tahun 1090 Hijriah (1679 Masehi), Masjid Bir Ali kembali direnovasi.
Ketika memerintah Arab Saudi (1981-2005), Raja Fahd bin Abdulaziz --yang mengikrarkan diri sebagai khaadimulharamain (pelayan dua Tanah Suci)-- merombak Masjid Bir Ali secara besar-besaran. Konon, ia mengeluarkan dana sebesar 170 juta riyal untuk itu.

Menggunakan karya arsitek ternama Abdulwahid Alwakil, jadilah kini Masjid Bir Ali nan megah dengan berukuran 26.000 meter persegi. Berdiri di atas lahan seluas 90.000 meter persegi dan mampu menampung hingga 5.000 jemaah. Selain itu, lahan seluas 34.000 meter di antaranya digunakan untuk jalan, areal parkir, pepohonan dan paviliun.

Dalam desain, Alwakil membuat komposisi bangunan masjid berprofil tinggi yang dikelilingi benteng berprofil rendah. Ia mengaku terinspirasi oleh tradisi masyarakat setempat. Di bagian atap, ia membubuhkan kubah. Selain itu, di salah satu sudut bangunan masjid, ia menambahkan menara setinggi 64 meter yang mirip sekali dengan mercusuar. Masjid ini pun dilengkapi  512 toilet dan 566 kamar mandi. Sementara lahan parkir di sekitarnya mampu menampung 500 kendaraan kecil dan 80 kendaraan besar. 

Kini hampir setiap waktu Masjid Bir Ali banyak disinggahi jemaah haji untuk salat dan berniat haji. Mereka datang dari semua penjuru, termasuk Indonesia. Labbaiik allaahumma labbaiik...

Jabbal Nur

Jabbal Nur dan Gua Hira

Makkah -  Para  jamaah  haji  di Makkah,  Arab Saudi,  biasanya  menyempatkan  datang  ke Jabbal Nur. Nur berarti cahaya, sebab di  sinilah  Nabi Muhammad  pertama  kali  mendapat wahyu dari Allah. Beginilah rupa dan kisah Jabal Nur:

Dari sekian banyak tempat-tempat bersejarah di Makkah, rasanya belum lengkap jika belum mengunjungi Jabal Nur. Gunung ini menjadi titik awal Muhammad diangkat menjadi nabi terakhir. Jabal Nur berada di kawasan Hejaz atau atau sekitar 7 km dari Masjidil Haram.

Dilongok dari situs Islamic Landmarks, Kamis (10/10/2013), kata 'Nur' pada nama gunungnya memiliki arti cahaya. Bukan cahaya dalam arti kata sesungguhnya, cahaya yang dimaksud punya arti sebagai tempat pertama kali Nabi Muhammad menerima wahyu dari Allah.



Dalam sejarah, saat itu Nabi Muhammad sedang berada di dalam Gua Hira, salah satu gua di Jabal Nur. Ini adalah gua kecil dengan panjang 3,5 meter dan lebar 1,5 meter, serta letaknya berada 4 meter dari atas bagian puncak gunungnya.

Rupanya, Nabi Muhammad sudah sejak lama suka datang ke Gua Hira untuk menyendiri. Nabi Muhammad sering menenangkan pikiran di sana, hingga suatu hari wahyu tersebut turun melalui malaikat Jibril. Setelah wahyu pertama turun, lalu Nabi Muhammad melalui serangkaian proses panjang menjadi nabi dan rasul hingga Isra dan Miraj.

Tak heran, umat Muslim menyebut gunung tersebut dengan sebutan Jabal Nur atau gunung yang bercahaya. Turunnya wahyu dari Allah ke Nabi Muhammad, adalah titik awal cahaya Islam yang terus menerus benderang hingga kini.

Oleh sebab itu, Jabal Nur tak pernah sepi dari kedatangan para jamaah haji tiap tahunnya. Tak hanya saat haji, Jabal Nur hampir dipenuhi para umat Muslim tiap harinya.

Makam Siti Hawa

Makam Siti Hawa

Sebagai kota yang modern, Jeddah tetap tidak lupa akan sejarah yang telah membentuknya. Hal ini dapat dilihat dari kawasan kota tua atau kota lama di Jeddah yang keberlangsungannya masih terjaga dan tetap apik. Kota tua ini memiliki keunikan tersendiri, sehingga masih banyak jemaah yang mengunjunginya walaupun jumlah objek wisata di Jeddah semakin bertambah dan tidak kalah menarik.
Kota Tua dan Makam Siti Hawa, Jeddah – Arab Saudi

Kota tua Jeddah terletak di kawasan Balad. Kawasan Balad saat ini tersohor sebagai pusat perbelanjaan terbaik yang ada di Jeddah. Tetapi sebelum kawasan Balad dijadikan pusat perbelanjaan modern, kawasan yang telah dibangun sejak 2500 tahun yang lalu ini dulunya adalah sebuah desa nelayan.

Letaknya yang di tepi pantai, membuat para nelayan suku Quda’a banyak yang bermukim di tempat ini. Tetapi saat Arab Saudi sedang berjaya karena minyak yang dihasilkannya, kawasan ini mulai ditinggalkan oleh penduduk Jeddah karena dianggap sebagai kawasan yang tidak membawa keuntungan apapun.

Oleh karena itu, pemerintah Jeddah mulai mengembangkan kawasan ini menjadi pusat perbelanjaan modern yang saat ini dikenal dengan distrik Al Balad atau daerah Corniche. Dan sejak saat itu, kawasan Balad menjadi pusat perbelanjaan yang paling digemari dengan sisa-sisa kota lama yang masih tetap ada.

Karena keterbatasan waktu, para jemaah yang datang ke kawasan Balad memang biasanya berniat hanya untuk berbelanja. Bila anda memiliki banyak waktu bebas ketika di Jeddah, tidak ada salahnya mengunjungi kawasan kota tua ini.

Karena letaknya yang sangat dekat dengan pusat perbelanjaan di Balad, seusai berbelanja anda bisa langsung jalan sedikit menuju kota tua ini. Tetapi bila anda cukup lelah sehabis berbelanja, sebaiknya beristirahat dahulu karena jalanan di kota tua ini agak naik turun seperti di perbukitan, sehingga anda harus menyiapkan tenaga ekstra.

Gedung-gedung serta bangunan kuno yang ada di ke kota tua Jeddah akan mengingatkan anda kepada kisah-kisah zaman dahulu seperti dongeng seribu satu malam atau cerita kartun Aladdin. Di tempat ini, anda bisa menemukan rumah tradisional khas Arab yang masih utuh dan beberapa museum yang juga bergaya Arabian.

Untuk urusan perut, anda tak perlu khawatir karena di kota tua ini terdapat berbagai macam makanan khas timur tengah dan Arab Saudi seperti hummus, nasi mandhi, kebab, kibdah, kacang chestnut, dan lain-lain.

Kawasan kota tua paling ramai oleh pengunjung pada saat bulan Ramadhan tiba. Banyak penduduk dan pendatang yang berseliweran untuk sekedar ngabuburit atau mencari ta’jil untuk berbuka puasa.

Beberapa festival yang diadakan di kota tua ini pada bulan Ramadhan, akan menambah semarak suasana kota tua tersebut. Jangan lupa untuk selalu menyiapkan kamera anda, karena di tempat ini banyak sekali objek menarik yang bisa dijadikan target fotografi anda.

Setelah puas berbelanja dan mengunjungi kawasan kota tua, anda bisa melanjutkan perjalanan anda. Kali ini temanya adalah spiritual, karena destinasi berikutnya yang bisa menjadi referensi untuk anda kunjungi adalah Makam Siti Hawa. Lokasi Makam Siti Hawa masih berada disekitar kawasan kota tua Jeddah. Letak persisnya ada di distrik Al Amariyah, di sebuah jalan yang tidak terlalu besar, bernama Mawkib Al Iman.
Sebagian tour and travel yang memiliki banyak waktu ketika di Jeddah, Makam Siti Hawa adalah salah satu objek wisata yang akan dikunjungi. Tetapi bila waktu yang dimiliki ketika di Jeddah tidak banyak, Makam Siti Hawa akan di skip dan diganti dengan Masjid Terapung atau Masjid Qisas.

Sebenarnya, antusiasme para jemaah yang ingin mengunjungi makam ini sangat besar. Mereka ingin melihat secara langsung sekaligus berziarah ke makam nenek moyang mereka, yaitu Siti Hawa. Nama kota Jeddah pun berasal dari kata “Jaddah” yang berarti “nenek”. Kata nenek merajuk kepada Siti Hawa, karena menurut riwayat, Jeddah adalah tempat dimana Siti Hawa pertama kali diturunkan dan dimakamkan.

Untuk Anda yang memiliki waktu senggang diantara agenda-agenda perjalanan, dan ingin mengunjungi makam ini, ada dua alternatif waktu terbaik agar perjalanan anda menjadi efektif dan efisien. Waktu yang pertama adalah setelah anda mengunjungi Masjid Qisas dan waktu yang kedua adalah setelah anda berkunjung ke kawasan Balad.

Makam Siti Hawa letaknya sangat dekat dengan kedua tempat tersebut. Jika posisi anda berada di Masjid Qisas anda bisa menuju ke arah barat, ke arah Jalan Al Madinah Al Munawarah (Patokan: Kantor Kementerian Hubungan Luar Negeri).
Dari ujung selatan Jalan Al Madinah Al Munawarah, anda belok ke kiri ke arah Jalan Al Matar. Telusuri Jalan Al Matar sampai menemui belokan pertama ke kanan, ke Jalan Makkah Al Mukaramah. Tidak jauh dari ujung jalan Makkah Al Mukaramah ada belokan ke Jalan Mawkib Al Iman. Di sana lah letak Makam Siti Hawa.Pemakaman ini sekarang menjadi pemakaman umum bagi masyarakat Jeddah.

Anda akan menemukan pos seperti pos satpam. Gerbang masuk Makam Siti Hawa ada di sebelah pos tersebut. Setelah memasuki gerbang utama, anda akan masuk ke sebuah lorong berkaca lebar dan transparan. Melalui kaca ini anda bisa melihat kondisi pemakaman.

Di lorong ini juga terdapat beberapa kursi dari besi untuk tempat duduk-duduk. Untuk lanjut ke pemakamannya, anda bisa keluar dari ujung lorong tersebut. Bentuk kuburan di pemakaman ini sama dengan yang ada di Pemakaman Baqi (Mekkah).
Hanya berupa tanah-tanah yang dibatasi oleh semen, tanpa nisan atau tanda nama apapun, hanya ditandai dengan beberapa batu. Ada satu kuburan yang panjangnya sekitar lima meter, para jemaah meyakininya sebagai makam Siti Hawa.

Tetapi karena seluruh bentuk kuburan semuanya sama, tanpa ada tanda-tanda khusus yang menunjukan bahwa makam tersebut adalah Makam Siti Hawa, semua jemaah yang hadir menjadi tidak yakin bahwa makam tersebut adalah makam Siti Hawa atau bukan.


Petugas makam yang berada disana juga tidak akan menjawab apabila ditanya mengenai makam Siti Hawa. Hal ini jelas dimaksudkan untuk menghindari para jemaah yang datang untuk berziarah dengan maksud tertentu dan menuju ke arah kesesatan. Walaupun demikian, tidak ada salahnya untuk tetap berziarah ke makam ini dan mendoakan semua yang dimakamkan disana.

Makam Baqi

Makam Baqi

Sejarah Pemakaman Al Baqi [Maqbarah Baqi'] Saudi Arabia.
Maqbarat Al-Baqi’  Jannatul Baqi‘ merupakan sebuah komplek pemakaman di kota Madinah, Arab Saudi, yang letaknya persis melewati Masjid Nabawi, area bagian tenggara dari masjid. Pemakaman ini juga dikenal sebagai Jannatul Baqi’. Nama ini berarti “Taman Surga”. Nama lain yang dikenal adalah Baqi’ Al-Gharqad.


Masjid Nabawi merupakan masjid yang dibangun tepat di mana Nabi Muhammad biasa menjalani kehidupannya dan membangun masjidnya di mana saat ini beliau dimakamkan. Karena itu pemakaman ini memiliki banyak arti penting. Di tempat itu dimakamkan jasad para sahabat dan keluarga Nabi saw. Riwayat menyebutkan bahwa Nabi melakukan doa setiap kali beliau melewati pemakaman.

Pada masa pembangunan Masjid Nabawi, As’ad bin Zararah, salah seorang sahabat Nabi wafat. Nabi Muhammad memilih daerah sebagai pemakaman dan As’ad adalah orang pertama yang dimakamkan di pemakaman Al-Baqi’ dari kalangan Anshar. Riwayat lain menyebutkan sahabat pertama yang dimakamkan di Al-Baqi’ adalah Utsman bin Madhun wafat tahun 3 H.

Makam pada Masa Utsmaniah
Perluasan makam pertama dalam sejarah dilakukan oleh Muawiyah I, pemimpin Umayyah pertama. Dia membeli tanah tetangga yang luas di mana Utsman bin Affan dimakamkan sehingga berada di dalam pemakaman Al-Baqi. Umayyah membangun kubah pertama di Al-Baqi di atas kuburan Ustman bin Affan. Beberapa waktu kemudian dalam sejarah ada begitu banyak kubah dan bangunan yang dibangun di atas kuburan terkenal Al-Baqi’.





Penghancuran Makam
Sejak 1205 H hingga 1217 H kaum Wahabi mencoba menguasai Jazirah Arabia namun gagal. Akhirnya 1217 H mereka berhasil menguasai Thaif dengan menumpahkan darah Muslim yang tak bersalah. Mereka memasuki Mekah tahun 1218 H dan menghancurkan semua bangunan dan kubah suci, termasuk kubah yang menaungi sumur Zamzam. Tahun 1221, kaum Wahabi masuk kota Madinah dan menajiskan Al-Baqi dan semua masjid yang mereka lewati. Usaha menghancurkan makam Rasulullah berhenti karena protes masyarakat Muslim dunia.

Pada hari Rabu 8 Syawal 1345 H bertepatan dengan 21 April 1925, pemakaman Jannatul Baqi’ dihancurkan oleh Raja Abdul Aziz bin Saudi dari Arab Saudi. Pada tahun yang sama, ia juga menghancurkan makam manusia suci di Jannatul Mualla (Makkah) di mana ibunda Nabi Muhammad (Sayyidah Aminah as), istri Nabi, kakek dan leluhur Nabi dikuburkan. Kejadian ini menimbulkan protes dari masyarakat Muslim dunia.

Penghancuran situs suci di Hijaz oleh Saudi, yang diawali oleh Muhammad bin Abdul Wahhab berlanjut hingga sekarang. Keluarga Kerajaan Arab Saudi mempraktikkan bentuk Islam kaku yang disebut Wahhabisme, dan telah melakukan pemusnahan terhadap makam tersebut. Hasilnya, kitab dan peta yang ada di makam disita oleh penguasa. Meski demikian, makam orang-orang suci ini tetap dikunjungi oleh peziarah dan pemakaman juga berlanjut di pemakaman ini.

Banyak kaum Syiah yang melanjutkan untuk mengenang hari itu ketika Dinasti Saud menghancurkan pemakaman Al-Baqi’, semata-mata karena di sanalah dimakamkan keluarga Nabi Muhammad saw. Mereka menyebut hari itu (8 Syawal) sebagai Yaum Al-Gham (Hari Kesedihan). Kaum Syiah terus melakukan protes kepada pemerintah Saudi atas penghancuran ini.

Gambaran Pemakaman Jannatul Baqi’ adalah sebagai berikut:
Umar bin Jubair melukiskan Al-Baqi saat ia berkunjung ke Madinah berkata, “Al-Baqi’ terletak di Timur Madinah. Gerbang Al-Baqi’ akan menyambut Anda saat tiba di Al-Baqi’. Saat Anda masuk kuburan pertama yang Anda lihat di sebelah kiri adalah kuburan Shafiah, bibi Rasulullah. Agak jauh dari situ terletak pusara Malik bin Anas, salah seorang Imam Ahlus Sunnah dari Madinah. Di atas makamnya didirikan sebuah kubah kecil. Di depannya ada kubah putih tempat makam putra Rasulullah, Ibrahim.

Di sebelah kanannya adalah makam Abdurahman bin Umar putra Umar bin Khatab, dikenal sebagai Abu Syahma. Abu Syahma dihukum cambuk oleh ayahnya karena minum khamar. Hukuman cambuk untuk peminum khamar seharusnya tidak hingga mati. Namun Umar mencambuknya hingga ajal merenggutnya. Di hadapan kuburan Abu Syahma adalah makam Aqil bin Abi Thalib dan Abdulah bin Ja’far Ath-Thayyar. Di muka kuburan mereka terbaring pusara istri Rasul dan Abbas bin Abdul Mutalib.

Makam Imam Hasan bin Ali, terletak di sisi kanan dari gerbang Al-Baqi’. Makam ini dilindungi kubah tinggi. Di sebelah atas nisan Imam Hasan adalah makam Abbas bin Abdul Muthalib. Kedua makam diselimuti kubah tinggi. Dindingnya dilapisi bingkai kuning bertahtakan bintang indah. Bentuk serupa juga menghias makam Ibrahim putra Rasulullah. Di belakang makam Abbas berdiri rumah yang biasa digunakan Fatimah binti Rasulullah as. Biasa disebut “Bait al-Ahzân” (Rumah Duka Cita). Di tempat ini putri Rasulullah biasa berkabung mengenang kepergian ayahnya tercinta Rasulullah saw. Di ujung penghabisan Al-Baqi’ berdiri kubah kecil tempat Utsman dimakamkan. Di dekatnya terbaring ibunda Ali bin Abi Thalib, Fatimah binti Asad.”

Satu setengah abad kemudian pengelana terkenal Ibnu Batutah mengunjungi Al-Baqi’ dan menemukan Al-Baqi’ tidaklah berbeda dengan yang dilukiskan Ibnu Jubair. Ia menambahkan, “Al-Baqi’ adalah kuburan sejumlah kaum Muhajirin dan Anshar dan sahabat nabi lainnya. Kebanyakan mereka tidaklah dikenal.” (Hakikat Wahabi)
Atas (Makam Abbas) - Kiri ke Kanan (Makam Imam Hasan, Ali Zainal Abidin, Muhammad Al-Baqir, Ja'far Ash-Shadiq)

Pribadi Penting di Jannatul Baqi’
Di antaranya adalah keluarga langsung Nabi Muhammad saw: Seluruh istri Nabi yang disebut Ummul Mukminin termasuk Aisyah, Hafshah, Zainab, dan lain-lain terkecuali Khadijah binti Khuwailid dan Maimunah binti Al-Harits. Makam Fatimah Az-Zahra, putri Nabi yang tidak diketahui posisinya, begitu juga dengan Ruqayah putri Nabi yang lain.
Kemudian Ibrahim, putra Nabi Muhammad dari Maryam Al-Qibthiah. Abbas bin Abdul Muthalib, paman Nabi saw. Bibi dari Nabi Muhammad seperti Shafiah dan Atikah. Begitu juga dengan bibi Nabi Muhammad yang lain, Fatimah binti Asad, yang juga ibu dari Ali bin Abi Thalib. Dari keluarga Ahlul Bait: Hasan bin Ali, cucu Nabi, putri Fatimah dan Ali (Imam Kedua Ahlul Bait), Ali Zainal Abidin (Imam Keempat), Muhammad Al-Baqir (Imam Kelima), Ja’far Ash-Shadiq (Imam Keenam).

Ada satu bangunan berkubah yang belum dihancurkan: Kubah Hijau Nabi. Ada sebuah kisah tentang usaha penghancuran kubah Masjid Nabawi yang layak diambil hikmahnya oleh kita. Inilah sebuah mukjizat yang telah terjadi sekitar 90 tahun yang lalu yang disampaikan oleh Syekh az-Zubaidi, yang disebut sebagai ahli sejarah Madinah.

Seseorang berusaha untuk menghancurkan Kubah Masjid Nabawi di mana di dalamnya terdapat makam Nabi Muhammad saw. Namun, ketika orang itu memanjat kubah dan memulai menghancurkannya, tiba-tiba sebuah kilat menyambarnya dan ia tewas seketika. Tidak ada seorangpun yang mampu memindahkan mayat tersebut dari atas kubah.

Dikisahkan pula, ada orang saleh dari Madinah yang dalam mimpinya mendengar sebuah suara yang mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang bisa mengangkat mayat tersebut dari kubah. Hal itu sebagai sebuah peringatan dan pelajaran bagi mereka yang berpikir dan berusaha untuk menghancurkannya di masa mendatang!
Akhirnya, mayat tersebut tetap berada di atas kubah dan ditutupi dengan kotak hijau agar tidak terlihat oleh orang-orang. Wallahualam.

Hubungi Kami

TANGERANG

Anne  - 0812 995 3424
Gatot  - 0815 168 0685

H/Hj Djuhaiman
JL. Bungur Perum III Karawaci 
Tangerang 15810
Telp. 0821 1013 3249
         0821 1033 1507 

BANDUNG

Loida Dasuha
JL.Aeromodeling Raya 55 Arcamanik 
Bandung 40293
Telp. 0858 2228 6534
         0812 1406 4534

SEMARANG

Aniek
JL.Thamrin - Batan Miroto 3 No.399
Semarang
Telp. 024 351 850
         0858 7685 5551
         0811 272 165


KANTOR PUSAT

Aerohajj
Aerowisata Park, JL.Soepomo No. 45
Jakarta Selatan 10410
Telp.(021) 8378 0480-1, 8338 0900,
Fax: (021) 8378 0482
Website: www.aerohajj.web.id

Program Perjalanan Umroh Reguler

Hari 01: JAKARTA-JEDDAH-MADINAH



Berkumpul di Terminal II E Bandara Soekarno-Hatta, 2 jam sebelum keberang-katan menuju Jeddah dengan pesawat GA. Tiba di Jeddah dijemput dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Madinah dengan bus. Check-in dan istirahat di hotel




Hari 02: MADINAH
Ziarah ke Makam Rasulullah beserta kedua sahabatnya, Abu Bakar Ash-Shiddieq dan Umar bin Khaththab, Makam Baqi. Berkunjung ke tempat-tempat bersejarah; Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Jabal Uhud dan Pasar Kurma. Shalat berjama’ah di Masjid Nabawi.


Hari 03: MADINAH
Mengunjungi Bukit Magnit di Al-Baidhaa dan Percetakan Al-Qur’an (bila memungkinkan). Acara bebas, memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi.

Hari 04: MADINAH-MAKKAH
Setelah makan siang, bersiap-siap untuk berihrom (mandi dan bersuci). Berangkat menuju Makkah via Bir ‘Aly (miqot) untuk memulai ihrom. Tiba di Makkah check-in hotel dan selanjutnya ke Masjidil Haram untuk thawaf, sa’i dan tahallul.

Hari 05: MAKKAH
Acara bebas, memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.

Hari 06: MAKKAH
Ziarah ke tempat-tempat bersejarah di sekitar kota Makkah; Jabal Tsur, Jabal Rahmah / Arafah, Muzdalifah, Mina, Jabal Nur dan Ja’ronah. Bagi yang ingin melaksanakan ibadah umroh ke 2, bisa bermiqot di Masjid Ja’ronah. Kembali melewati Pekuburan Al Ma’laa dan Masjid Jin.


Hari 07: MAKKAH
Acara bebas, memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.

Hari 08: MAKKAH-JEDDAH-JAKARTA
Thawaf Wada’ dan bersiap-siap meninggalkan Makkah menuju Jeddah. City Tour Jeddah, hingga tiba saatnya transfer ke airport King Abdul Aziz Jeddah untuk kembali ke tanah air dengan pesawat GA.

Hari 09: JAKARTA
Tiba kembali di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. 
Terima kasih atas kepercayaan Anda untuk beribadah umrah bersama Aerohajj

Assalamu alaikum

Ibadah Haji merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu, Allah SWT berfirman:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ - فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (diantaranya) Maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia. Mengerjakan Haji adalah kewajiban seorang muslim terhadap Allah SWT. Yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban Haji), maka sesungguhnya Allah Maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS Ali Imran :96-97).

Umrah berasal dari kata “'amara” yang berarti mengunjungi suatu tempat. Menurut syariat Islam, Umrah berarti mengunjungi Baitullah yang berada di kota suci Makkah di Saudi Arabia untuk menjalankan ibadah khusus diantaranya Thawaf atau mengelilingi Ka’bah dan Sa’i atau berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah masing-masing sebanyak 7 kali..

Mengapa Aerohajj

Tambah Gambar
Aerohajj adalah salah satu unit usaha dari Aerowisata International dibawah naungan Garuda Indonesia Group yang bergerak dalam jasa penyelenggaraan ibadah Haji dan Umrah. Aerohajj, yang dahulu bernama Satriavi Haji & Umrah, berdiri sejak 1987 dan memiliki izin Umrah dan Haji Khusus dari Kementrian Agama Republik Indonesia.

Sebagai unit usaha jasa penyelenggaraan ibadah, baik Haji maupun Umrah, Aerohajj sangat memperhatikan aspek ketentuan ibadah menurut Islam untuk hal tersebut kami memiliki pembimbing ibadah yang selain berpengalaman juga memiliki pendidikan formal bidang agama Islam.

Fasilitas hotel akomodasi di Makkah dan Madinah selain berlokasi dekat dengan Masjid, baik Masjidil Haram di Makkah maupun Masjid Nabawi di Madinah, juga memiliki kenyamanan dan keamanan bagi Jamaah .

Sajian makanan dengan Menu Masakan Indonesia merupakan hal penting yang menjadi perhatian penting kami dalam menjamu Jamaah Aerohajj.

Aerohajj memiliki tenaga-tenaga berpengalaman dalam bidang bimbingan ibadah, airline business, penyelenggaraan Haji dan Umrah, airport handling, penanganan selama di Saudi Arabia.

Umrah Special Event; adalah produk unggulan yang menjual konsep dalam program umrahnya dan memiliki target serta misi tertentu seperti Program Umrah plus Pengenalan Bahasa Arab, Umrah “Hijrah”, Umrah “Tafsir”, dll.

Aerohajj insya Allah dapat menyelenggarakan program Umrah sesuai dengan kebutuhan komunitas tertentu atau Umrah komunitas (customize), dengan bekal jaringan serta relasi dengan para mitra di Saudi Arabia, Aerohajjberusaha untuk memberikan layanan dan pemenuhan kebutuhan baik pribadi maupun kelompok komunitas.

Prioritas Penerbangan yang digunakan oleh Aerohajj adalah Garuda Indonesia, sehingga pengaturan pembukuan kursi / booking seat kami lakukan sejak dini.

Mengapa memilih Aerohajj Umroh dan Haji ???
  • Hubungan Formal dan Informal  dengan Garuda Indonesia sebagai Induk Perusahaan
  • Memiliki tenaga2 yang berpengalaman dibidangnya, seperti ; Pembimbing ibadah, Airline Business, Biro Perjalanan Ibadah Haji & Umroh, Pengurusan dokumen perjalanan, Airport handling, Informasi teknologi 
  • Aerotravel (ATR) memiliki 7 kantor cabang.
  • Aerotransport adalah bagian dari group yang mendukung bidang transportasi
  • Berpengalaman untuk handling airport (Pass Bandara)
  • Tim Handling di Jeddah, Makkah dan Medinah yang siap melayani jamaah Umroh Aerohajj, begitu juga agen lokal dikota/negara tujuan lainnya.
Legalitas Perusahaan
  • IZIN USAHA BIRO PERJALANAN UMUM: 41/D–2/BPU/IV/79
  • IZIN UMRAH: SK DIRJEN BIMAS ISLAM & URUSAN HAJI NO.D/714Th2013
  • IZIN HAJI KHUSUS: SK DIRJEN PENYELENGGARA HAJI KHUSUS NO.D/439Th2012
Keanggotaan dari:
  • INTERNATIONAL AIR TRAFFIC ASSOCIATION ( IATA ) 
  • PACIFIC AGENCY TRAVEL ASSOCIATION ( PATA ) 
  • ASOSIASI TRAVEL AGENT INDONESIA ( ASITA )
  • KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI NASIONAL ( KADIN )
  • HIMPUNAN PENYELENGGARA UMRAH & HAJI INDONESIA ( HIMPUH )

1st Islamic Business and Company Award 2012
Pada tanggal 27 Juli 2012, bertepatan dengan 7 Ramadhan 1433 H, Alhamdulillah, Aerohajj dianugerahi penghargaan 1st Islamic Business and Company Award 2012 dalam kategori "The Best Service Excellent of the Year". Semoga penghargaan award tersebut akan menjadi motivator bagi peningkatan mutu pelayanan Aerohajj di masa-masa mendatang....